Selamat Datang di website Yayasan Pondok Pesantren Tahfizul Qur’an Albaqiyatussolihat Nahdlatul Wathan Kami hadir untuk mencetak generasi Qur’ani yang berakhlak mulia, berwawasan luas, dan siap berkontribusi bagi masyarakat. Mari bersama membangun masa depan dengan pendidikan, dakwah, dan pengabdian sosial. “Mencetak Generasi Qur’ani, Berakhlak Mulia”

Pendidikan Salafiyah

Program Kajian Kitab Kuning di Yayasan Al Bāqiyatussholihāt NW Sikur merupakan salah satu pilar utama pendidikan pesantren yang berfungsi menjaga kesinambungan nilai-nilai Islam tradisional.


Fokus Utama Program Kitab Kuning

  1. Kajian Turats Islam (Kitab Kuning)

    • Santri mempelajari kitab klasik yang menjadi rujukan ulama, seperti Fathul Qarib, Tafsir Jalalain, Bulughul Maram, dan kitab akhlak serta fiqih lainnya.
    • Metode pengajaran menggunakan sistem bandongan (guru membaca, santri menyimak) dan sorogan (santri membaca di hadapan guru).
    • Tujuan utamanya adalah melestarikan tradisi keilmuan Islam yang menjadi ciri khas pesantren Nahdlatul Wathan.
  2. Pendalaman Akhlak dan Tradisi Pesantren

    • Santri dibimbing untuk memahami nilai-nilai akhlak Islami, adab belajar, serta etika kehidupan sehari-hari.
    • Pembiasaan ibadah berjamaah, dzikir, dan penguatan spiritual menjadi bagian integral dari program ini.
  3. Integrasi dengan Pendidikan Formal

    • Kajian kitab kuning tidak berdiri sendiri, tetapi dipadukan dengan kurikulum formal (SDI, MTs, SMKS).
    • Hal ini memastikan santri memiliki keseimbangan antara ilmu agama klasik dan ilmu pengetahuan modern.


Tujuan Program

  • Memperkuat pemahaman agama melalui kajian kitab klasik yang menjadi fondasi keilmuan Islam.
  • Menanamkan akhlak mulia dan karakter Qur’ani pada santri.
  • Melestarikan tradisi pesantren klasik sebagai warisan ulama Nahdlatul Wathan.
  • Menyiapkan santri agar mampu menjadi kader ulama, pendidik, dan pemimpin masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai Islam tradisional.


Keunggulan Program

  • Keterpaduan tradisi dan modernitas: santri belajar kitab kuning sekaligus mengikuti pendidikan formal.
  • Lingkungan religius: suasana pesantren mendukung pembiasaan ibadah, kedisiplinan, dan etika Islami.
  • Pembinaan berkelanjutan: kajian kitab kuning dilakukan secara rutin dari tingkat dasar hingga menengah.
  • Kaderisasi ulama muda: santri diarahkan untuk menjadi penerus tradisi keilmuan Islam di Lombok Timur dan sekitarnya.


Dengan program ini, Yayasan Al Bāqiyatussholihāt NW Sikur berkomitmen menjaga kesinambungan tradisi pesantren klasik sekaligus mencetak generasi Qur’ani yang berilmu, berakhlak, dan berdaya saing, sehingga nilai-nilai Islam tradisional tetap hidup dan relevan di tengah perkembangan zaman.


0 Komentar