Selamat Datang di website Yayasan Pondok Pesantren Tahfizul Qur’an Albaqiyatussolihat Nahdlatul Wathan Kami hadir untuk mencetak generasi Qur’ani yang berakhlak mulia, berwawasan luas, dan siap berkontribusi bagi masyarakat. Mari bersama membangun masa depan dengan pendidikan, dakwah, dan pengabdian sosial. “Mencetak Generasi Qur’ani, Berakhlak Mulia”

Tahfiz Al Qur'an dan kitab kuning


Program Tahfizul Qur’an dan Kajian Kitab Kuning di Yayasan Al Bāqiyatussholihāt NW Sikur merupakan inti dari tradisi pesantren yang terus dijaga hingga kini.


Fokus Utama Program

  1. Hafalan Al-Qur’an (Tahfizul Qur’an)

    • Santri dibimbing untuk menghafal Al-Qur’an secara bertahap dengan metode talaqqi (membaca langsung di hadapan guru) dan muraja’ah (pengulangan hafalan).
    • Target hafalan disesuaikan dengan jenjang pendidikan, mulai dari juz tertentu di tingkat dasar hingga 30 juz bagi santri yang menempuh jalur tahfiz penuh.
    • Hafalan tidak hanya sekadar mengingat ayat, tetapi juga dilatih dengan tajwid, makhraj huruf, dan pemahaman makna.
  2. Pendalaman Kitab Kuning (Turats Islam)

    • Kajian kitab klasik seperti Fathul Qarib, Tafsir Jalalain, Bulughul Maram, dan kitab akhlak serta fiqih lainnya.
    • Santri diajarkan metode bandongan (guru membaca, santri menyimak) dan sorogan (santri membaca di hadapan guru).
    • Tujuan utamanya adalah melestarikan tradisi keilmuan Islam yang menjadi ciri khas pesantren Nahdlatul Wathan.


Tujuan Program

  • Mencetak generasi Qur’ani yang kuat dalam hafalan Al-Qur’an.
  • Menanamkan tradisi pesantren klasik melalui kajian kitab kuning sebagai fondasi keilmuan Islam.
  • Membentuk akhlak mulia dan karakter Islami yang siap menghadapi tantangan zaman.
  • Mengintegrasikan ilmu agama dengan pendidikan formal, sehingga santri memiliki keseimbangan antara ilmu dunia dan akhirat.


Keunggulan Program

  • Pendekatan personal: setiap santri mendapat bimbingan langsung dari ustadz/ustadzah untuk memastikan kualitas hafalan.
  • Lingkungan religius: suasana pesantren mendukung pembiasaan ibadah, kedisiplinan, dan etika Islami.
  • Keterpaduan dengan pendidikan formal: santri tidak hanya fokus pada agama, tetapi juga tetap mengikuti kurikulum nasional (SDI, MTs, SMKS).
  • Pembinaan berkelanjutan: hafalan dan kajian kitab kuning terus dipantau hingga santri lulus, sehingga hasilnya lebih mendalam dan berkesinambungan.


Dengan program ini, Yayasan Al Bāqiyatussholihāt NW Sikur berkomitmen melahirkan santri Qur’ani yang berilmu, berakhlak, dan berdaya saing, sekaligus menjaga tradisi pesantren sebagai benteng moral dan spiritual masyarakat.

0 Komentar